Persepsi dan Kesiapan Masyarakat Usia 12-59 Tahun terhadap Vaksinasi Covid-19
Abstract
Vaksin covid-19 merupakan salah satu terobosan pemerintah untuk melawan dan menangani covid-19 yang ada didunia khususnya Negara Indonesia. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri masih banyak kelompok masyarakat yang tidak bersedia atau tidak siap vaksinasi. Kelompok yang menolak divaksinasi memiliki banyak alasan, mulai dari masalah kesehatan hingga alasan agama. Berawal dari kepedulian terhadap kesehatan, terdapat beberapa kelompok masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda ataupun dikarenakan kekhawatiran tentang peningkatan kematian atau korban akibat vaksin. Mereka berasumsi hal ini disebabkan karena dikhawatirkan tubuh tidak pandai menangani vaksin dan justru akan menyerang orang yang telah divaksinasi yang berujung pada penyakit dan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh persepsi dan kesiapan masyarakat usia 12-59 tahun terhadap vaksinasi covid-19 di Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Bantul, Yogyakarta Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini ada adalah masyarakat usia 12-59 tahun dengan jumlah sampel 101 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap vaksinasi covid-19 menunjukkan bahwa P value lebih kecil dari nilai alpha (0.000 < α (0.05) dan variabel kesiapan masyarakat terhadap vaksinasi covid-19 juga menunjukkan bahwa P value 0.003 < α (0.05). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu Adanya pengaruh antara persepsi masyarakat usia 12-59 tahun terhadap vaksinasi covid-19 dan adanya pengaruh antara kesiapan masyarakat usia 12-59 tahun masyarakat usia 12-59 tahun terhadap vaksinasi covid-19.
References
Izazi, F. D. (2020). Hasil Responden Pengetahuan Masyarakat Terhadap Cara Pengolahan Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Dan Kencur (Kaemferia Galanga) Sebagai Peningkatan Imunitas Selama COVID-19 Dengan Menggunakan Kedekatan Konsep Program Leximancer. Journal Of Pharmacy And Science , 5(2):93– 97.
Kemenkes RI. (2021, Oktober 27 ). Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) .
Kemenkes RI Dirjen P2P . (2020). Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pp. Https://Www.Kemkes.Go.Id/Article/View/190 93000001/Penyakit-Jantung- Penyebabkematian-Terbanyak-Ke-2-Di- Indonesia.Html.
Kemenkes, ITAGI, UNICEF, WHO. (2020). Survei Penerimaan Vaksin Covid-19 Di Indonesia.
Kementerian Kesehatan . (Tahun 2020). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Hk.01.07/Menkes/12758/2020 . Hukum Online.Com.
Kurnianingrum, TP. (2021). Perlukah Persyaratan Sertiikat? Bidang Hukkum Info Singkat (Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis,. Kominfo.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta .
Peng, S.-Q. D.-J. (2020). Characteristics Of And Public Health Responses To The Coronavirus Disease 2019 Outbreak In China. Journal Of Clinical Medicine.
Slameto, D. . (2013). Belajar Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Tasnim, PH. (2021). Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19 Di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara: Kita IKAPI.
Widayanti, L. P., & Kusumawati, E. (2021). Hubungan Persepsi Tentang Efektifitas Vaksin Dengan Sikap Kesediaan Mengikuti Vaksinasi Covid-19. Hearty Jurnal Kesehatan Masyarakat, 78.Kehamilan Usia Dini di SMK Pelita Alam Bekasi.Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol.16 No.1.



