Penatalaksanaan Wanita Usia 43 Tahun dengan Disentri Basiler melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga
Abstract
Infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh amuba masih menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat karena tingginya angka kejadian diare. Shigellosis, atau disentri basiler, merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di negara berkembang serta tetap menjadi isu kesehatan yang signifikan di negara maju. Dalam penatalaksanaan pasien, pendekatan kedokteran keluarga berbasis evidence-based medicine diterapkan dengan mengidentifikasi faktor risiko, mengevaluasi masalah klinis, dan menyesuaikan intervensi menggunakan kerangka pemecahan masalah yang berfokus pada pasien dan keluarga. Penelitian ini berbentuk laporan kasus yang mengandalkan data primer dari alloanamnesis, pemeriksaan fisik, serta kunjungan rumah, sementara data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien memiliki kebiasaan kebersihan pribadi yang kurang baik, sementara keluarganya memiliki pemahaman yang rendah mengenai disentri, sering makan tanpa mencuci tangan, dan mengonsumsi makanan dari pedagang kaki lima. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan skor pengetahuan keluarga tentang disentri sebesar 60 poin, disertai perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Evaluasi setelah penerapan tatalaksana holistik dan komprehensif dengan pendekatan kedokteran keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman keluarga mengenai penyakit ini, berkurangnya keluhan pasien, serta perbaikan kebiasaan kebersihan pribadi dan lingkungan.
References
Centers for Disease Control and Prevention. (2019). Amebiasis [Entamoeba hystolitica]. US: Department of Health and Human Services. Tersedia di: https://www.cdc.gov/dpdx/amebiasis/index.html. (Diakses pada 16 April 2023).
da Cruz Gouveia, M. A., Lins, M. T. C., & da Silva, G. A. P. (2020). Acute diarrhea with blood: diagnosis and drug treatment. Jornal de pediatria, 96 Suppl 1(Suppl 1), 20–28. https://doi.org/10.1016/j.jped.2019.08.006
Dhawan, V. K. (2019). Amebiasis Treatment & Management. Medscape.
Gunther, J., Shafir, S., Bristow, B., Sorvillo, F. (2020). Short report: amebiasis-related mortality among United States residents, Am J Trop Med Hyg. 85(6): 1038-40.
Indriyani, D., P., R., Putra, I., G., N., S. (2020). Penanganan terkini diare pada anak: tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis. 11 (2): 928-932.
Jawetz, M., Adelberg. (2014). Microbiologia Medica. Mexico D.F.: McGrawHill.
Kantona, E., Safitri, Y., & Isnaeni2, L. M. A. (2024). FAKTOR PENYABAB KEJADIAN ANAK DISENTRI . Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i1.31
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2010. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kotloff, K. L., Riddle, M. S., Platts-Mills, J. A., Pavlinac, P., & Zaidi, A. K. M. (2018). Shigellosis. Lancet (London, England), 391(10122), 801–812. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)33296-8.
Nuraeni, A., Rosiah, Megga, P., K., S., Adhan, E. (2022). The Relationship of Hand Washing Behavior Towards Diarrhea Cases in School-Age Children. Journal of Vocational Nursing. 3 (2): 105-109.
Prabhurajeshwar, C., Kelmani, C. (2018). Shigellosis: A Conformity Review of the Microbiology, Pathogenesis and Epidemiology with Consequence for Prevention and Management issues. Journal of Pure and Applied Microbiology. 12(1):405-17.
Rahmawati, E., (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa Oleifera Lmk.) Terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae. Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Riset Kesehatan Dasar. (2018). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Sari, M. (2015). Uji Bakteriologis dan Resistensi Antibiotik Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Shigella sp Pada Makanan Gado-Gado di Kantin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Uin Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Savitri, L., Alfiani, A., Suarsini, E., & Sueb. (2019). Insidensi penyakit disentri amoeba berdasarkan indeks kepadatan lalat pengunjung rumah makan di daerah sekitar Universitas Negeri Malang. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 1(1), 11–23.
Shane A.L., Mody R.K., Crump J.A., Tarr P.I., Steiner T.S., Kotloff K., et al. 2017 Infectious Diseases Society of America clinical practice guidelines for the diagnosis and management of infectious diarrhea. Clin Inf Dis. 2017;65:e45–80. doi: 10.1093/cid/cix669.
Sulaeman, L., P. (2015). Deteksi Bakteri Eschericia Coli Dan Shigella Sp Dalam Telur Balado Serta Resistensinya Terhadap Beberapa Antibiotik. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
Sunawan, S., Kurnia, T., & Asari, H. (2019). Pengaruh Ekstrak Etanol Biji Ganitri (Elaecarpus Sphaericus Schum.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Penyebab Disentri Basiler Secara In Vitro. Jurnal Biosense, 1(01), 15-23. Retrieved from https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/BIOSENSE/article/view/285
Suraya, C. (2020). Hubungan Hygiene Makanan, Sumber Air dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare pada Anak. Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung. 3 (2): 94 100.
Thompson C.N., Duy P.T., Baker S. The rising dominance of Shigella sonnei: an intercontinental shift in the etiology of bacillary dysentery. PLoS Negl Trop Dis. 2015;9 doi: 10.1371/journal.pntd.0003708.
WHO. (2020). Dysenterie (Shigellosis).
Williams, P. C. M., James, A. B. (2018). Guidelines for the treatment of dysentery (shigellosis): a systematic review of the evidence. Paediatrics and International Child Health. 38 (S1): S50-S65.
Willliams. P., Berkley. J, A. (2016). Dysentry (Shigellosis) Current WHO Guidelines and The WHO Essential Medicine List for Children.
Yonata, A., Iswara, I. (2016). Efek toksik konsumsi monosodium glutamate. Majority. 5(3):100-4.



