Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS <p><strong><img src="/public/site/images/nimda/cover_dpn_full_issn.png" width="208" height="294">Indonesian Journal of</strong> <strong>Nursing and Health Sciences (IJNHS)</strong> is a open access, peer reviewed and refereed international journal. The purpose of the&nbsp;<em>Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences (IJNHS)</em>&nbsp;is to provide a mechanism to share knowledge related to improving health and promoting the development of nursing. The Journal seeks original manuscripts reporting scholarly work on the art and science of nursing and health. Original articles may be empirical and qualitative studies, review articles, methodological articles, brief reports, case studies and letters to the Editor. All research articles in IJNHS will undergone rigorous peer review, based on initial editor screening and anonymized refereeing by an expert reviewer. The topics related to this journal include but are not limited to Quality nursing; Nursing education; Nursing ethics and management; Nursing policy; Continuing nurse education; Continuing nurse training; Diagnostics and prescribing; Patient education and counseling; Health care; Traditional of Medicine; Public health; Health promotion; Clinical aspects related to health; Health policy and management; Food health; Remote health; Community health; Urban health; Reproductive health care; Paediatrics and child health; Health Policy Analysis.&nbsp;<strong>Indonesian Journal of</strong> <strong>Nursing and Health Sciences (IJNHS)&nbsp;</strong>publishes its issue in February, April, June, August, October, and December each year. Journal of Language and Health publishes 5 articels per issue.</p> en-US livana.ph@gmail.com (Livana PH) Mon, 27 Apr 2026 10:13:17 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efektifitas Edukasi KB terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7537 <p>Edukasi Keluarga Berencana (KB) merupakan intervensi penting dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif pasangan usia subur (PUS) terhadap penggunaan kontrasepsi. Rendahnya pengetahuan dan sikap negatif masih menjadi faktor utama rendahnya cakupan KB. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis efektivitas edukasi KB terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap PUS. Tinjauan tematik dilakukan menggunakan artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, diambil dari Google Scholar melalui strategi pencarian akses terbuka menggunakan rapid journal quality check untuk mengetahui sumber dan kredibilitas jurnal. Sebanyak 12 studi relevan dipilih mengikuti kerangka kerja PRISMA dan dianalisis secara tematik. Hasil <em>review</em> menunjukkan bahwa edukasi KB secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif PUS terhadap penggunaan kontrasepsi, Pendekatan pendidikan yang interaktif, partisipatif, dan berbasis komunitas, didukung oleh berbagai media seperti brosur, buku saku, alat audiovisual, dan platform digital, terbukti lebih efektif daripada pendidikan satu arah. Metode edukasi berbasis <em>audiovisual</em>, konseling individu, dan pendekatan komunitas terbukti paling efektif. Kesimpulan intervensi KIE yang terintegrasi dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan partisipasi keluarga berencana dan memperbaiki hasil kesehatan keluarga secara keseluruhan<em>.</em></p> Wahyu Wahyu, Risti Adinda Pontoh, Clezia Charite Delvita Galaento, Michelle Chein Floresita Taslim ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7537 Mon, 27 Apr 2026 10:17:22 +0000 Hubungan Fungsi Kognitif dengan Tingkat Kemandirian dalam Melakukan ADL (Activity of Daily Living) pada Lansia https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7555 <p>Lansia merupakan bagian dari tahapan perkembangan manusia yang berusia 60 tahun ke atas yang mengakibatkan berbagai jenis perubahan baik fisik, psikis, dan psikologi. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode <em>Cross Sectional</em>, hal ini betujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat kemandirian aktivitas lansia<em>. </em>Sampel pada penelitian ini merupakan lansia yang tinggal di Pondok Lansia Al Ishlah Malang berusia 60 tahun keatas berjumlah 27 responden. Total sampling digunakan dalam teknik pengambilan sampel, MMSE (<em>Mini Mental State Examination</em>) dan <em>Katz Index </em>digunakan sebagai instrumen yang diggunakan untuk pengambilan data guna menilai fungsi kognitif dan tingkat kemandirian ADL lansia. Penggunaan SPSS <em>Vìersion</em> 27.0.1 for <em>Windows</em> dilakukan untuk menganalisis data penelitian. <em>Spearman Rank</em> digunakan dalam menentukan uji statistik penelitian ini<em>. </em>Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 5 responden lansia (62.5%) memiliki fungsi kognitif normal tetapi membutuhkan bantuan penuh atau <em>Dependent</em> dalam melakukan aktivitas harian lansia. Selain itu didapatkan sebanyak 5 responden lansia (55.6%) dengan kategori fungsi kognitif <em>Definite Cognitive Impairement</em> atau Kerusakan Fungsi Kognitif Sedang tetapi dapat melakukan aktivitasnya secara <em>Independent</em>. Hasil dari analisis hipotesis tersebut menunjukkan bahwa nilai p value yang didapatkan&nbsp; 0,638 ≥ α (0,05), sehingga tidak terdapat hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat kemandirian dalam melakukan ADL pada lansia di Pondok Lansia Al Ishlah Malang. Hasil Koefisien Korelasi (r) diperoleh sebesar 0.217 menunjukkan bahwa lemahnya hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat kemandirian ADL (Activity of Daily Living). Hasil <em>Koefisien Korelasi </em>(r) diperoleh sebesar 0.217 menunjukkan bahwa lemahnya hubungan antara tingkat kemandirian ADL (<em>Activity of Daily Living</em>) dan fungsi kognitif. Dengan demikian, fungsi kognitif bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemandirian lansia dalam melakukan ADL (<em>Activity of Daily Living</em>).</p> Dewi Margaretta, Bayu Budi Laksono ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7555 Mon, 27 Apr 2026 10:29:37 +0000 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self-Care pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7607 <p>Diabetes melitus tipe II merupakan kondisi yang memerlukan penanganan dalam jangka waktu yang panjang melalui perilaku perawatan diri (<em>self-care</em>) untuk mencegah terjadinya komplikasi. Faktor dari keberhasilan <em>self-care</em> adalah peran dukungan dari keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku <em>self-care</em> pada pasien diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data pada satu waktu (<em>cross-sectional</em>) dengan sampel yang berjumlah 72 orang.&nbsp; Data didapatkan melalui kuesioner dukungan keluarga dan perilaku <em>self-care</em> yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil menunjukan bahwa kuesioner dukungan keluaga memiliki nilai <em>Cronbach’s Alpha</em> sebesar 0,940 sehingga dinyatakan sangat reliabel, sedangkan kuesioner <em>self-care</em> mamiliki nilai <em>Cronbach’s Alpha</em> sebesar 0,656 sehingga dinyatakan cukup reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji <em>Chi-Square</em>. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tingkat dukungan keluarga tergolong dalam kategori baik, dengan jumlah 56 orang (77,8%), serta memiliki tingkat <em>self-care</em> yang cukup dengan jumlah 50 orang (69,4). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,000 (&lt;0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara dukungan keluarga dengan penerapan <em>self-care</em> pada pasien diabetes melitus tipe II. Dukungan dari keluarga yang maksimal mampu meningkatkan dorongan motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalankan perawatan diri. Keterlibatan keluarga berperan krusial dalam menunjang keberhasilan pengendalian diabetes melitus tipe II.</p> Syailla Fatimaheisya Islamayusty, Rosliana Dewi, Rima Novianti Utami ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7607 Mon, 27 Apr 2026 10:44:38 +0000 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pra Rumah Sakit pada Pasien Stroke Akut: Literatur Review https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7605 <p>Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterlambatan pra-rumah sakit (pre-hospital delay) masih sering terjadi pada pasien stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pra-rumah sakit pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis deskriptif. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ScienceDirect, GARUDA, dan DOAJ dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 8 artikel yang relevan untuk dianalisis melalui proses <em>critical appraisal </em>dengan mempertimbangkan aspek metodologi penelitian, kejelasan desain, karakteristik sample, serta validitas serta reabilitas hasil penelitian. Kajian menunjukkan bahwa keterlambatan pra-rumah sakit dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pengetahuan atau pendidikan keluarga, respon keluarga terhadap gejala awal stroke, serta jarak tempat tinggal menuju fasilitas kesehatan. Di antara faktor tersebut, respon keluarga terhadap gejala awal stroke menjadi faktor yang paling dominan karena mempengaruhi kecepatan pengambilan keputusan dalam membawa pasien ke rumah sakit.</p> Adam Zulkipli Artono, Tara Indra, Teten Tresnawan ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7605 Mon, 27 Apr 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Suplementasi Tablet Fe dan Vitamin C terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7478 <p>Tingginya angka anemia berdampak besar pada kesehatan ibu dan janin. Terapi yang tepat diperlukan untuk mengatasi anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh suplementasi tablet Fe dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi-eksperimental dengan desain pretest and posttest with control group dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 30 responden, dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan kelompok intervensi, metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi.Uji statistik menggunakan T-Test dengan nilai α &lt; 0,05. Pengumpulan data menggunakan lembar prosedur operasi standar. Hasilnya adalah perbedaan rata-rata antara sebelum dan sesudah perlakuan tablet Fe dan Vit C adalah 1,0267 dengan standar deviasi 0,3515. Ada perbedaan rata-rata antara sebelum dan sesudah perlakuan tablet Fe adalah 0,7133 dengan standar deviasi 0,2615. Ada efek yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan tablet Fe dan Vitamin C pada kadar hemoglobin pada wanita hamil dengan hasil uji statistik p = 0,000 disertai dengan peningkatan rata-rata sebesar 1,0267. Pemberian tablet Fe dan Vitamin C secara bersamaan lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin.</p> Anggrawati Wulandari, Tri Wahyuningsih, Retno Palupi Yonni Siwi, Erma Retnanigtyas ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7478 Mon, 27 Apr 2026 13:51:53 +0000 Relationship between Level of Knowledge and Medication Adherence among Hypertensive Patients https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7319 <p>The high number of hypertension cases in the East Nusa Tenggara region, namely 76,130 people, and in the Kupang region, namely 63.32% of cases, shows that this problem is still a serious concern. The data alsoshows that 13.3% of people with hypertension do not take their medication regularly.This condition is caused by various factors, such as patient noncompliancewith doctors' recommendations to take medication every day, delays intaking medication, boredom with long-term treatment, lowawareness of the risks of hypertension, and lack of knowledge aboutthe importance of drug therapy. This study aims to analyze the relationship between knowledge level and medication adherence among hypertensive patients at the Tarus Health Center in Kupang District. This is a quantitative study using an analytical observational design with a cross-sectional approach. Sample: The study included 100 respondents selected using purposive sampling. The measurement tool used was a questionnaire on hypertension knowledge and medication adherence. Data analysis was performed using the Spearman's Rank test. The study results showed a significant association between knowledge level and medication adherence in hypertensive patients with a p-value of 0.000 (p &lt; 0.05). There is an association between knowledge level and medication adherence in hypertensive patients.</p> Fetty Yublika Pasole, Yosin Herloheti Pella, Serly Sani Mahoklory ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7319 Mon, 27 Apr 2026 15:33:12 +0000 Empowering Adolescents to Make Healthy Choices: Effects of the Primero Module on Reproductive Health Literacy https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7516 <p>Adolescents are vulnerable to reproductive health problems due to rapid biological, psychological, and social changes, which may be exacerbated by low reproductive health literacy. This study aimed to examine the effect of the PRIMERO (Reproductive Education through Modules for Optimistic Youth Empowerment) module on adolescents’ reproductive health literacy. A quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted among 34 adolescents aged 15 years, who were equally divided into an intervention group (n = 17) and a control group (n = 17). The intervention group received reproductive health education using the PRIMERO module, while the control group received conventional health education. Reproductive health literacy was measured before and after the intervention and analyzed using paired t-tests and independent t-tests. Data were collected using a reproductive health literacy questionnaire administered to adolescents twice, namely before and after the interventionThe results showed that the mean literacy score in the intervention group significantly increased from 194.59 to 215.06 (p = 0.032), whereas the control group showed no significant improvement, with mean scores increasing from 172.88 to 173.76 (p = 0.188). Furthermore, a significant difference in post-intervention literacy scores was found between the intervention and control groups (p = 0.001). These findings indicate that the PRIMERO module is effective in improving adolescents’ reproductive health literacy and can be used as an educational medium to support reproductive health promotion among adolescents.</p> Evagus Malinda, Tina Mawardika ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7516 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Mobilsasi Dini terhadap Kelancaran Eliminasi Urin pada Ibu Post Sectio Caesarea: Case Study https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7641 <p>Operasi <em>sectio caesarea</em> berisiko menimbulkan gangguan eliminasi urine pada ibu nifas akibat efek anestesi, nyeri, penggunaan kateter, dan keterlambatan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan mobilisasi dini terhadap kelancaran eliminasi urine pada ibu nifas <em>post sectio caesarea.</em> Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada tiga pasien ibu nifas <em>post sectio caesarea</em> yang dirawat di ruang nifas RSUD Tidar Magelang pada bulan Februari 2026 dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Intervensi mobilisasi dini dilakukan secara bertahap selama dua hari, dimulai 8 jam post operasi, meliputi latihan pernapasan, gerakan ekstremitas, miring kanan kiri, serta latihan duduk sesuai toleransi pasien dengan durasi setiap sesi latihan ± 15–20 menit, serta latihan duduk pada hari kedua sesuai toleransi pasien. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengkajian langsung terhadap pasien menggunakan lembar observasi yang meliputi kemampuan mobilisasi, waktu pertama berkemih spontan setelah pelepasan kateter dihitung sejak operasi selesai, volume urin, warna urin, serta ada tidaknya keluhan saat berkemih. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan kemampuan mobilitas secara bertahap dari tirah baring menjadi mampu miring kanan kiri dan duduk. Setelah pelepasan kateter urin, seluruh pasien mampu berkemih secara spontan dalam waktu 30 menit hingga 2 jam tanpa keluhan. Mobilisasi dini terbukti berperan dalam mendukung pemulihan fungsi eliminasi buang air kecil pada ibu nifas post sectio caesarea.</p> Sunersin Sunersin, Yuni Astuti, Noviyana Noviyana ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7641 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang Intensive Care Unit https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7642 <p>Perawatan pasien di <em>Intensive Care Unit</em> (ICU) merupakan situasi yang kompleks dan berisiko tinggi, yang tidak hanya berdampak pada kondisi pasien tetapi juga menimbulkan respons psikologis pada keluarga, terutama kecemasan. Kecemasan keluarga muncul akibat kondisi pasien yang kritis, ketidakpastian prognosis, serta keterbatasan interaksi dengan pasien. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga, antara lain karakteristik demografis, hubungan dengan pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien ICU sebanyak 104 orang, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan tingkat kecemasan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,027), tingkat pendidikan (p=0,031), status hubungan keluarga dengan pasien (p=0,013), komunikasi terapeutik (p=0,028), lama rawat (p=0,008), dan kualitas pelayanan kesehatan (p=0,017) dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU. Faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status hubungan keluarga, komunikasi terapeutik, lama rawat, dan kualitas pelayanan kesehatan terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU.</p> <p>&nbsp;</p> Endah Setianingsih, Nitih Panggigih Rosi, Putra Agung Wa, Podo Yuwono ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7642 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku dengan Risiko Diabetes Melitus pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7650 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada usia muda. Rendahnya, pengetahuan dan perilaku berisiko menjadi faktor yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit ini.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan risiko diabetes melitus pada mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode:</strong> penelitian kuantitatif ini menggunakan desain <em>cross sectional</em>. Dengan jumlah sampel 48 responden, ditentukan melalui teknik <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi kuesioner <em>Diabetes Knowledge Questionnaire</em> (DKQ-24), kuesioner perilaku, dan <em>Finnish Diabetes Risk Score</em> (FINDRISC). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi <em>Spearman Rank</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebanyak 52,1% responden memiliki pengetahuan cukup, 64,6% responden menunjukkan perilaku cukup, dan 81,3% responden memiliki risiko rendah terhadap diabetes melitus. Uji korelasi menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,000; r=0,623), pengetahuan dengan risiko diabetes melitus (p=0,000; r=-0,492), serta perilaku dengan risiko diabetes melitus (p=0,000; r=-0,720).</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Pengetahuan dan perilaku yang memadai berperan penting dalam menurunkan risiko diabetes melitus. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan pembentukan perilaku sehat sebagai upaya pencegahan, antara lain melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta peningkatan kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan.</p> Raiva Auliani, Onieqie Ayu Dhea Manto, Mohammad Basit, Rifa'atul Mahmudah ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7650 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000 Determinasi Kepatuhan Kunjungan Balita Ke Posyandu: Studi Cross-Sectional https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7655 <p>Kesehatan balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat, karena kelompok usia ini sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti gizi buruk, penyakit infeksi, dan gangguan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan kehadiran balita di posyandu di wilayah pelosok Kampung Bandar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 118 responden yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05), serta dihitung Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berhubungan signifikan dengan kehadiran di posyandu, yaitu pendidikan (p=0,026; OR=3,272; CI 95%: 1,222–8,762), pekerjaan (p=0,020; OR=3,254; CI 95%: 1,273–8,321), dan pengetahuan (p=0,006; OR=3,533; CI 95%: 1,488–8,389). Responden dengan pendidikan &lt;SMA, tidak bekerja, dan memiliki pengetahuan baik cenderung lebih aktif menghadiri posyandu. Sementara itu, variabel umur (p=0,432) dan jumlah anak (p=0,426) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan merupakan determinan penting dalam meningkatkan kehadiran di posyandu.</p> Farika Riyanti, Khoirotul Umul Latifah, Lela Handayani ##submission.copyrightStatement## https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/7655 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0000