Hubungan Stres Hiperglikemia pada Pasien Sindrome Koroner Akut
Abstract
Salah satu masalah terkait dengan penyakit jantung adalah masalah stress hiperglikemia. Stress hiperglikemia merupakan bagian dari stress fisik yang mana jika terjadi berlebihan maka salah satu faktornya akan menyebabkan meningkatnya denyut jantung, peningkatan tekanan darah, serta pelepasan hormon stress yang akan menghasilkan beban kerja jantung meningkat sehingga dapat mengakibatkan serangan jantung, kematian jantung mendadak, gagal jantung atau aritmia. Pasien yang mengalami stress hiperglikemia merasa penyakit yang dideritanya memerlukan penyembuhan yang lama bahkan takut akan ancaman kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stress hiperglikemia dengan pasien sindrome korener akut di RSU Harapan Bunda Banda Aceh tahun 2024. Metode penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelatif. Desain penelitian adalah uji Chi square yang menggunakan desain cross sectional study. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah poupulasi 53 orang dan sampel berjumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan hasil dari rekam medik serta penelitian retro. Hasil penelitian ada hubungan stress hiperglikemia dengan pasien sindrome koroner akut dengan nilai p= 0,019. Kesimpulan bahwa ada hubungan stress hiperglikemia dengan pasien sindrome koroner akut di RSU Harapan Bunda Banda Aceh tahun 2024.
References
American Heart Assosiation. (2018). Cardiovascular disease: A costly burden for America projections through 2035. In The America Herat Association advocacy.
Aulia. T. Halimuddin. H. & Nurhidayah. I. (2022). Stres Hiperglikemia Pasien Sindrom Koroner Akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 6(3).
Dinkes Aceh. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2022. Dinas Kesehatan Aceh.
Kemeneks RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2017). Cegah Penyakit Jantung dengan Menerapkan Perilaku CERDIK dan PATUH. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230925/4943963/cegah-penyakit-jantung-dengan-menerapkan-perilaku-cerdik-dan-patuh/
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kimura et al. (2019). guideline on diagnosis and treatment of acute coronary syndrome. Circulation Journal, 83(5), 1085-1196. https://www.jstage.jst.go.jp/article/circj/83/5/83_CJ-19-0133/_article/-char/ja/
Liao et al. (2016). An elevated glycemic gap is associated with adverse outcomes in diabetic patients with acute myocardial infarction. Scientific Reports, 6(1), 27770.
Mahmuda. I. N. N. Rezki. Y. N. & Priscillah. W. (2017). Hiperglikemia Sebagai Prediktor Keberhasilan Pengobatan Pasien Dengan Sindrom Koroner Akut Di Rsud X Surakarta. Biomedika, 10(2), 120-125.
Nuraeni. A. Mirwanti. R. Anna. A. & Prawesti. A. (2016). Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 4(2).
Wihastuti et al. (2016). Patofisiologi Dasar Keperawatan Penyakit Jantung Koroner: Inflamasi Vaskular. Universitas Brawijaya Press.
Copyright (c) 2024 Rina Novi Yanti, Saiful Riza, Maimun Tharida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



