Pendampingan Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja

  • Erna Widyastuti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Rizky Amelia Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Septalia Isharyanti Poltekkes Kemenkes Semarang
Keywords: pendampingan, penyakit tidak menular, remaja, skrining

Abstract

Masa remaja adalah masa yang sangat penting dalam siklus perkembangan seseorang. Pada masa ini rawan akan terjadinya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya, terutama penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular pada remaja dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat, kurang konsumsi buah dan sayur, minuman bersoda, kurang aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Remaja perlu mendapatkan edukasi terkait deteksi dini resiko penyakit tidak menular. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait penyakit tidak menular dan pencegahannya. Metode kegiatan ini berupa pendampingan remaja melalui kegiatan edukasi dan skrining faktor resiko PTM dengan sasaran peserta adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas Padangsari yang berusia 10 - 17 tahun. Hasil pretest dari kegiatan ini didapatkan pengetahuan remaja mengenai penyakit tidak menular dan pencegahannya sebagian besar pada kategori baik 63%. Sebagai bentuk kegiatan evaluasi, tim pengabdi mengukur kembali tingkat pengetahuan remaja dengan hasil postest didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja pada kategori baik 83%. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait penyakit tidak menular dan pencegahannya.

References

Biswas, T., Townsend, N., Huda, M. M., Maravilla, J., Begum, T., Pervin, S., Ghosh, A., Mahumud, R. A., Islam, S., Anwar, N., Rifhat, R., Munir, K., Gupta, R. Das, Renzaho, A. M., Khusun, H., Wiradyani, L. A. A., Radel, T., Baxter, J., Rawal, L. B., … Mamun, A. (2020). Prevalence of Multiple Non-Communicable Diseases Risk Factors Among Adolescents in 140 Countries : A population-Based Study. EClinicalMedicine. https://doi.org/12;52:101591

Ertiana, D., Septyvia, A. I., Utami, A. U. N., Ernawati, E., & Yualiarti, Y. (2021). Program Peningkatan Kesehatan Remaja Melalui Posyandu Remaja. Journal of Community Engagement and Employment, 3(1), 30–39.

Kementerian Kesehatan. (2018). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posyandu Remaja (DIrektorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (ed.)). Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan. (2019). Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kurniawati, K. D., Kusumawati, A., & Prabamurti, P. N. (2020). Hubungan Pengetahuan, Persepsi Keseriusan, Persepsi Hambatan, Efikasi Diri dengan Partisipasi Remaja dalam Mengikuti Posyandu Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 406–409.

Misbah, S. R., Tahir, R., & Sulupadang, P. (2023). Aplikasi e-PTM sebagai Media Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3).

Nurmala, I., Mutmainnah, Rachmayanti, R. D., Siswantara, P., Salim, L. A., Devi, Y. P., Ruwandasari, N., Putri, T. A., & Pratiwi, A. N. I. (2020). Mewujudkan Remaja Sehat Fisik Mental dan Sosial (Model Intervensi Health Educator for Youth). Airlangga University Press.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, (2014).

Susanti, N., Sari, D., Dina, Hasibuan, I. L., Melisa, & Dharma, R. A. (2023). Analisis Gambaran Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular pada Remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4530–4535. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/16465/14465

Published
2024-03-05
How to Cite
Widyastuti, E., Amelia, R., & Isharyanti, S. (2024). Pendampingan Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(1), 223-228. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i1.2745