Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting

  • Yuni Puji Widiastuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Ida Ariyanti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Dewi Andang Prastika Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Ngadiyono Ngadiyono Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Sri Setiasih Poltekkes Kemenkes Semarang
Keywords: pernikahan dini, remaja, stunting

Abstract

Dewasa ini, masalah  kesehatan  reproduksi  pada  remaja  belum  tertangani sepenuhnya. Hal ini terlihat dengan masih tingginya perkawinan usia dini, yaitu sebesar 46,7% (Riskesdas, 2010) dan masih tingginya kelahiran pada usia remaja (ASFR), yaitu sebesar 48 per 1000 wanita (SDKI, 2012). Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah  dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Metode pengabdian dengan penyuluhan, kepada para remaja dan kader serta membentuk Remaja Siaga.  Sasaran pengabdian adalah kader kesehatan dan remaja. Wilayah yang digunakan untuk pengabdian adalah kelurahan Bandarharjo Kota Semarang yang berjarak kira-kira 15 KM dari Poltekkes Kemenkes Semarang. Pengabdian Masyarakat ini diikuti oleh 40 remaja yang masih  berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas / Kejuruan  dengan proporsi 20 remaja perempuan dan 20 remaja laki – laki. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya remaja siaga cegah pernikahan dini. Remaja ini nantinya akan menjadi kader bagi teman sebaya di lingkungan Kelurahan Bandarharjo untuk terus memberikan kaderisasi tentang bahaya pernikahan dini dalam rangka mencegah stunting. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah leaflet dan booklet yang digunakan untuk memberikan informasi seputar pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting.

References

Agustinus M., et.all. 2023. Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Dampak Pernikahan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Baratan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Volume 4 Nomor 3. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/download/1556/1087/10553

Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda.

Bawono Y., Hanim LM., Masrifah, Astuti JS. 2022. Budaya dan pernikahan dini di Indonesia. Jurnal dinamika Sosial Budaya. Vol . 24, No.1. https://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb/article/view/3508/2582

Budianto Y. 2024. Tingginya Angka Perkawinan Usia Anak di Indonesia. Kompas. https://www.kompas.id/baca/riset/2024/03/08/tingginya-angka-perkawinan-usia-anak-di-indonesia

Cahyaningtyas BP., Indriarti I., Keswara NW. 2024. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dampak Pernikahan Dini Di SMKN 1 Kota Probolinggo. Jurnal Ilmiah Obsgyn. Volume 16 Nomor 2. https://stikes-nhm.e-journal.id/JOB/article/view/2001/1742

Ferusgel, Farida dan Esti. 2022. Efektivitas Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai. Volume 3, Nomor 4. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/download/10295/7929

Ginanjar, Anggraini dan Dekawati. 2022. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Anak Stunting. Masker Medika. Volume 10 Nomor 2. https://jmm.ikestmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/493

Handayani, Eka Yuli. 2014. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri di Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten. Jurnal Maternity and Neonatal. Volume 1 No. 5, hlm. 200- 206. https://media.neliti.com/media/publications/138444-ID-faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-pe.pdf

Kementrian Kesehatan. 2015.Kesehatan Reproduksi dan Seksual BagiCalon Pengantin. Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. 2015. Petunjuk Pelaksanaan Komunikasi danEdukasi Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin. Jakarta

Kementrian Agama RI. 2016. Buku Pegangan Penyuluh KesehatanReproduksi bagi Calon Pengantin. 2016.

Khafidhoh Nur, Bagus. 2018. Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil usia dini di wilayah Pantura Kabupaten Kendal. Jurnal Kebidanan. Vol 7 No 15. April 2018.

Kristiningrum W., Sofiyanti I. dan Widayati. 2024. Tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan dini sebagai factor risiko stunting. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah. Volume 2 nomor 11. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/1858/1769

Mubasyaroh. 2016. Analisis Fakto Penyebab Pernikahan Dini Dan Dampaknya Bagi Pelakunya. YUDISIA, Vol. 7, No. 2. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/article/viewFile/2161/1789

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Rineka Cipta.

Peni, Lestari dan Prasida. 2023. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Terhadap Kejadian Pernikahan Dini di Wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai RT 01/ RW 01 Kota Palangka Raya Tahun 2022. Jurnal Surya Medika. Volume 9 Nomor 1. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/download/5151/3219/19992

Rahawa I dan Mauliza N. 2022. Faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada remaja putri di desa nanow kecamatan Telukdalam. Jurnal Ilmiah Kebidanan. STIK Bina Husada. https://library.binahusada.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=869&bid=3078

Rosdiana, E., Yusnanda, F., & Afrita, L. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kesesuaian Pemberian Mp-Asi Guna Pencegahan Stunting Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Aceh Besar. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), 1–8. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/view/1158

Salmawati A.S. 2022. Hubungan pengetahuan remaja dengan kejadian pernikahan dini di Desa Campursalam Kabupaten Temanggung. Repositori Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ngudi Waluyo Ungaran.

Schoolmedia E. 2024. Indonesia Peringkat Empat Kasus Kawin Anak di Dunia, 25,52 Juta Anak Menikah Usia Dini. Schoolmedia. https://news.schoolmedia.id/lipsus/Indonesia-Peringkat-Empat-Kasus-Kawin-Anak-di-Dunia-2552-Juta-Anak-Menikah-Usia-Dini-3898

Sinaga K. 2024. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pernikahan Dini Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Kelas XII di SMA Budi Insani Kel. Kwala Bekala Kec. Medan Johor Kota Medan. JRIKUF: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum. Volume. 2, No.3 Juli 2024. https://jurnal.stikeskesosi.ac.id/index.php/JRIKUF/article/download/279/314/1429

Sutinbuk D., Murniani dan Dwibarto R. 2023. Pernikahan Dini dan Hubungannya dengan Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang. Vol. 11, No. 2. https://jurnal.poltekkespangkalpinang.ac.id/index.php/jkp/article/view/706/pdf

Taufikurrahman, T., Zulfi, A. N., Irmawati, E. F. F., Setiawan, W. P., Azizah, P. N., & Soeliyono, F. F. (2023). Sosialisasi Pernikahan Usia Dini dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pabean, Kabupaten Probolinggo. Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, 8(1), 73–88. https://doi.org/10.32923/sci.v8i1.3379

Trimuliana I. 2024. Dampak dan pencegahan stunting. Paudpedia.

Yuliani dan Alodia. 2023. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Pernikahan pada Usia Remaja dengan Kejadian Pernikahan Remaja saat Pandemi Covid-19 di Kecamatan Kedungbanteng. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan. Volume 10 Nomor 1. https://akbidhipekalongan.ac.id/e-journal/index.php/jurbidhip/article/download/234/213/

Published
2024-09-30
How to Cite
Widiastuti, Y. P., Ariyanti, I., Prastika, D. A., Ngadiyono, N., & Setiasih, S. (2024). Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(3), 1337-1344. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i3.4312

Most read articles by the same author(s)