Hipnotis Lima Jari sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Remaja dalam Mengelola Stres
Abstract
Remaja adalah individu belum menikah pada rentang usia 10 – 24 tahun dengan banyak perubahan yang terjadi pada dirinya untuk mencapai konsep diri yang optimal. Pencapaian konsep diri pada remaja memerlukan adaptasi dan dalam prosesnya disertai dengan stress. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan terapi hipnotis lima jari agar remaja dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola stress. Desain operational research digunakan sebagai upaya yang pemecahan masalah dalam membantu remaja mengelola stress. Sebanyak 35 remaja menjadi sasaran. Remaja dilakukan pengukuran tingkat stress khususnya ansietas dengan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Ansietas diukur sebelum dan sesudah diberikan teknik hipnotis lima jari. Kegiatan dilakukan selama satu minggu. Pada hari pertama remaja diukur kecemasan dan diajarkan teknik hipnotis lima jari, pada hari kedua sampai dengan ke enam remaja latihan mandiri, dan pada hari ke tujuh dilakukan pengukuran post test. Rata-rata skor HRS-A sebelum dilakukan hipnotis lima jari adalah 28 dengan tingkat ansietas berat dan turun menjadi 20 dengan tingkat ansietas ringan sesudah intervensi. Seluruh sasaran dapat melakukan hipnotis lima jari dengan benar. Hipnotis lima jari yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan tingkat ansietas. Oleh karena itu, penggunaan hipnotis lima jari dalam waktu yang lebih lama dan teratur dianjurkan agar remaja dapat mengatasi ansietasnya.
References
BKKBN. (2014). Pedoman Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja
dan Mahasiswa.Jakarta: Direktorat Bina Ketahanan Remaja
Hiller Fredericks, Lierberman Gerald J. (2001). Operation Research Seventh. Edition. New York
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kozier, Erb, Berman, & Snyder. (2011). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses & Praktik (7 ed., Vol. I). Jakarta: EGC.
Kurniawan, Y., & Sulistyarini, I. (2016). Komunitas sehati (sehat jiwa dan hati)
sebagai intervensi kesehatan mental berbasis masyarakat. INSAN Jurnal
Psikologi dan Kesehatan Mental, 112-124.
Nasir abdul & Muhith abdul. (2011). Dasar – dasar keperawatan jiwa. Jakarta,
Salemba Medika
Patricia A. Potter & Perry, Anne G. (2010). Fundamental of Nursing: Fundamental
Keperawatan Buku 3 Edisi 7. Jakarta: EGC
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014. Upaya Kesehatan Anak.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan. Kesehatan Departemen Kesehatan
Smeltzer, S.C, & Bare Brenda, B.G. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah vol 3 (8th ed.). Jakarta: EGC
Sumiati. (2009). Kesehatan Jiwa Remaja dan Konseling. Jakarta: Trans Info Media
Varvogli, L & Darviri, C. (2011). Stress Management Techniques: Evidence-Based
Procedures That Reduce Stress and Promote Health. Health Science
Journal, 5(2), 74-89.
Widyastuti, Yani., Rahmawati, Anita., Purnamaningrum YE. (2009). Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.



