Pengaruh Kondisi Sanitasi Rumah terhadap Kejadian Penyakit TB Paru
Abstract
Salah satu penyakit menular yang masih endemis terjadi di masyarakat adalah penyakit tuberkulosis (TB). Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh kuman mycobacterium tuberculosis, terdapat 9 juta pasien TB paru dan 3 juta kematian akibat TB di seluruh dunia. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia terjadi pada negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi rumah dengan kejadian penyakit TB paru di wilayah Puskesmas Rowosari II. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang mengidap TBC di Puskesmas Rowosari sebanyak 51 orang.Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total sampling.Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Analisis statistik yang digunakan adalah chi-square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengalami penyakit TB paru sebanyak 27 responden (53%) dan yang tidak mengalami penyakit TB paru sebanyak 24 responden (47%),tidak ada hubungan yang bermakna antara pencahayaan dan luas ventilasi rumah rumah dengan kejadian penyakit TB Paru.
References
Aditama, Y, T., (2012).Tuberkulosis Paru, Diagnosis, Terapi dan Masalahnya, Edisi 4.Jakarta: IDI.
Ayu, K.(2018) ,Hubungan Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.8 No.1 Mei 2018: 9 – 12
Crofton J, dkk., (2013). Tuberkulosis Klinis, Edisi 2. Jakarta: Widya Medika.
Budi, Iwan Stia et al, ‘Analisis Faktor Risiko Kejadian penyakit Tuberculosis Bagi Masyarakat Daerah Kumuh Kota Palembang’, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2018. 7(2) pp. 88-94
Depkes, RI., (2011). Teknis Penilaian Rumah Sehat. Jakarta.
Emir, Y.M.(2019).Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru.Jurnal Ilmiah Sandi Husada vol 2 no 8
Hidayatullah, A, dkk. (2021) Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang, Jurnal Sanitasi Lingkungan vol 1 no 2
Hudoyo, A., (2014). Tuberkulosis Mudah Diobati. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.Jakarta.
Istiqomah, dkk., (2015). Hubungan Kualitas Lingkungan Terhadap Penularan Tuberkulosis (TB) di desa Pasayangan Kabupaten Banja.Program Studi S1 Teknik Lingkungan: Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Jusuf, W. M., dkk., (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru. Jakarta: Departemen IlmuPenyakit Paru FK Unair-RSUD Dr. Soetomo.
Khairani, N., Effendi, S. U., & Izhar, I. (2020). Hubungan Kepadatan Hunian dan Ventilasi Rumah dengan Kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara.CHMK Health Journal,4(2), 140-148
Notoatmodjo, S., (2012).Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. CetakanKedua. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmawati, E & Proverawati, A., (2012). Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS). Nuha Medika Yogyakarta
Ruswanto, B., 2010. Analisis Spasial Sebaran Kasus Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Lingkungan Dalam dan Luar Rumah di Kabupaten Pekalongan. Tesis Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.
Sarudji, D., (2010). Kesehatan Lingkungan. Cetakan Pertama. Bandung: Karya Putra Darwati.
Sholihul, A, dkk., (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Wilayah Kabupaten Lamongan pada Januari 2016 – Desember 2018. Jurnal Medika Arteriana vol 2 No 2.
Soemirat, J.S., (2009). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wulandari, A.A., Nurjazuli, M. Sakundarno Adi.(2015) ‘Faktor Risiko dan Potensi Penularan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah’ , Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 14(1), pp. 7-13.



