Tuberkulosis Paru pada Balita Stunting

  • Joko Apriyono Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Aila Karyus Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Bayu Anggileo Pramesona Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Suharmanto Suharmanto Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Jhons Fatriyadi Suwandi Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: balita, stunting, tb paru

Abstract

Studi tentang tuberkulosis dan kekurangan gizi menemukan  bahwa sampai dengan tahun 2018 mendapatkan bahwa efek defisiensi mikronutrien khususnya yang berkaitan dengan protein dan kalori serta dampaknya pada tuberkulosis. Review artikel ini memaparkan hubungan antara stunting dan TB paru pada balita menggunakan artikel nasional dan internasional yang terpublikasi 10 tahun terakhir. Database yang digunakan adalah Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “stunting”, “TB paru” dan “balita”. Hasil penelusuran mendapatkan 15 artikel dan 4 artikel yang memenuhi syarat. Peneliti membuat ringkasan dan melakukan interpretasi dari masing-masing hasil penelitian. Hasil penelitian mendapatkan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor multidimensi. Umumnya, faktor-faktor ini diklasifikasikan menjadi tiga bagian besar yaitu faktor langsung, tidak langsung dan komunitas/lingkungan. Balita  dengan status gizi stunting berisiko lebih tinggi untuk mengalami TB dibandingkan dengan balita yang mempunyai status gizi normal.

Published
2023-08-22
How to Cite
Apriyono, J., Karyus, A., Pramesona, B., Suharmanto, S., & Suwandi, J. (2023). Tuberkulosis Paru pada Balita Stunting. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 165-172. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.2090

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>