Penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang terhadap Perubahan Halusinasi pada Pasien Halusinasi Pendengaran

  • Anggita Rika Damayanti Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
  • Pritta Yunitasari Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
  • Endang Tri Sulistyowati Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
  • Novica Ariyanti Putri Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Keywords: halusinasi, pendengaran, terapi okupasi

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa pada pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada, ditandai dengan perubahan persepsi sensori yaitu merasakan sensasi palsu berupa pendengaran, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghidungan. Angka kejadian halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta pada tahun 2022 didapatkan sebanyak 118 pasien dengan halusinasi. Mengimplementasikan penerapan terapi okupasi aktivitas waktu luang untuk menurunkan tanda dan gejala pada halusinasi pendengaran. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 13-18 Maret 2023. Metode pengumpulan data pada studi kasus ini yaitu wawancara dan observasi. Instrument yang digunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) terapi okupasi aktivitas waktu luang (membersihkan tempat tidur) Penerapan terapi okupasi aktivitas waktu luang selama 3 hari berturut-turut mampu menurunkan skot tanda dan gejala halusinasi dari 9 menjadi 3 dan penilaian skor AHRS 29 menjadi 12. Terapi okupasi aktivitas waktu luang dapat menurunkan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran.

References

Anggaeni, T. (2020). Asuhan Keperawatan Jiwa Pada An S dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran.

Direja, A. H. S. (2011). Buku ajar asuhan keperawatan jiwa.

Dyah, W., Widyo, S., & Mukhadiono. (2023). Pelatihan life skill dengan terapi okupasi untuk meningkatkan kemandirian ODGJ di masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(9), 6199–6206.

Fatihah, A. N., & Yusrini Sukaesti, D. (2021). Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM). 1.

Hapsari, N. S. (2019). Pengaruh Afirmasi Positif Terhadap Tingkat Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.

Hidayat, J., Murtiani, & Dahrianis. (2021). Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang Terhadap Perubahan Gejala Halusinasi pada Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Indrayani, N. W. K. (2022). Gambaran Gangguan Persepsi Sensori (Halusinasi Pendengaran)Pada Pasien Skizofrenia Di UPTD RSJ Dinkes Provinsi Bali. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/

Irma Erviana, G. H. (2018). Aplikasi Asuhan Keperawatan Generalis dan Psikoreligius Pada Klien Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi PendengaraN dan Penglihatan. https://ejournal.itekes-bali.ac.id/jrkn/article/

Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Terapi Okupasi. 1–13. http://hukor.kemkes.go.id/

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699. https://kesmas.kemkes.go.id/

Lestari, A. (2022). Penerapan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. C Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi di Ruangan Bukit Barisan.

Muhith A. (2015). Pendidikan Keperawatan Jiwa (teori dan aplikasi).

Ns.Erita, S.Kep., M. K., Ns.Sri Hununwidiastuti, M.Kep., S. J., & Ns.Hasian Leniwita, S.Kep., M. K. (2019). Buku Materi Pembelajaran Keperawatan Jiwa. http://repository.uki.ac.id/2703/1/BMPKEPERAWATANJIWA.pdf

Nurfiana, I. (2022). Upaya mengontrol tanda dan gejala halusinasi dengan terapi psikoreligius dzikir terhadap pasien halusinasi pendengaran 1. 588–596.

Nurhalimah. (2016). Keperawatan Jiwa.

Pardede. (2021). Penerapan Strategi Pelaksanaan (SP) 1-4 Dengan Halusinasi Pada Penderita Skizofrenia.

Prabowo, E. (2014). Konsep & Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa. Nuha Medika.

Pratiwi, A., & Rahmawati Arni. (2022). Studi Kasus Penerapan Terapi Dzikir Pada Pasien Gangguan PersepsiSensori (Halusinasi Pendengaran) diruang Arjuna RSUD Banyumas. Jurnal Ilmu Sosial, 1(6), 315.

https://www.bajangjournal.com/index.php/JISOS/article/view/2727

Ridiansyah, A. N. A., Zarocha, G. A., Harianto, J. G. R., Rizhal, M., Ulinnuha, M. H., Imron, M., Ramadhani, M. M. A., Yusuf, M., Nugroho, R. I., Geovandra,

R. A., Nikmah, S. F., Wulandari, S., Maimunah, S., Munawaroh, U., Putra, W.

T. K., Amanda, W. D., & Andaresta, Z. G. (2022). Pengaruh terapi okupasi pada pasien halusinasi pendengaran: evidance based nursing. http://repository.stikesdrsoebandi.ac.id/id/

Rif’ah Fauziah Mustopa, Asih Minarningtyas, A. N. (2021). Pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang (menyapu, membersihkan tempat tidur, menanam tanaman dan menggambar) terhadap gejala halusinasi pendengaran. 40–49. https://www.ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id

Saptarani, N., Erawati, E., & Sugiarto, A. (2020). Stusi Kasus Aktivitas Menggambar Dalam Mengontrol Gejala Halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soerodjo Magelang. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi, 3(1). https://ejournal.medistra.ac.id/

Shella Oktaviani, Uswatun Hasanah, I. T. U. (2022). Penerapan Terapi Menghardik dan Mneggambar pada Pasien Halusinasi Pendengaran.

Utami, B. (2020). Penerapan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn . A Dengan Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi. Osf.Io, per mil, 1–36. https://osf.io/54sv3/

Wijayanti, N. M., Candra, I. W., & Ruspawan, I. D. M. (2010). Terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap perubahan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.

Wijayanto, W. T., & Agustina, M. (2017). Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tanda dan Gejala pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 7(1), 189–196. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/

Yusuf, M. (2022). Pengaruh Terapi Okupasi pada Pasien Halusinasi Pendegaran: Evidance Based Nursing. http://repository.stikesdrsoebandi.ac.id/.

Published
2023-09-13
How to Cite
Damayanti, A., Yunitasari, P., Sulistyowati, E., & Putri, N. (2023). Penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang terhadap Perubahan Halusinasi pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 393-398. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.2157

Most read articles by the same author(s)