Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Jiwa Remaja
Abstract
Masa remaja adalah fase transisi antara masa anak dan masa dewasa. Dicirikan oleh perubahan mental yang mencakup identitas, tubuh, seksualitas, hubungan, dan moral. Perubahan ini dapat berdampak positif atau negatif pada remaja. Dukungan keluarga yang kuat dapat membantu remaja menghadapi perubahan ini dan mengembangkan keseimbangan mental yang sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan jiwa remaja di SMP Pembangunan Daerah Gunungsitoli-Nias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain correlation dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMP kelas VII, VIII dan IX yang berjumlah 186 responden. Pengambilan data menggunakan instrument berupa kuesioner (dukungan keluarga dan kesehatan jiwa). Uji statistic yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kesehatan jiwa remaja dengan (p value=0,000) atau <0,005. Saran untuk keluarga dan remaja adalah anggota keluarga sebaiknya memberikan dukungan emosional, mengizinkan otonomi, dan menjadi model peran yang positif, sementara remaja sebaiknya merasa terbuka untuk membahas perasaan dan kekhawatiran mereka dengan individu yang dipercaya, mengembangkan hubungan teman yang positif, menetapkan tujuan yang realistis, dan terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan kebahagiaan dan relaksasi.
References
Alfianto, A. G., & Safitri, A. (2019). Efikasi Diri Siswa dengan Tanda Gejala Psikosis Awal dalam Mencari Bantuan Melalui Usaha Kesehatan Sekolah Jiwa. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 3(1), 7–11. https://doi.org/10.33006/ji-kes.v3i1.123
Alfitaningrum, E. K. (2021). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Status Identity Achievement pada Remaja. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 7(1), 74–80.
Arjanto, P. (2022). Uji Realibitas dan Validitas Depression Stress Anxiety 21 (DASS-21) Pada Mahasiswa. Psychology, Perseprtual, 7(0), 60–80.
Arnami, K., & Astutik, W. (2021). Masalah psikososial pada remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keris Husada, 5(2), 76–86.
Ester Lontoh, Ariska, M. R. (2024). Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Di Smp Negeri 4 Tanimar Selatan Maluku, 3(2), 239–246.
Fatmah, K., & Dewi Aisyah. (2021). Peningkatan Kesehatan Mental Anak Dan Remaja Melalui Ibadah Keislaman. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.51339/isyrof.v3i1.292
Hakim, M. A., & Aristawati, N. V. (2023). Mengukur depresi, kecemasan, dan stres pada kelompok dewasa awal di Indonesia: Uji validitas dan reliabilitas konstruk DASS-21. Jurnal Psikologi Ulayat, 10(2), 232–250. https://doi.org/10.24854/jpu553
Ida Umami. (2019). Psikologi Remaja, 297.
Indonesia, K. K. R. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lubis, E. A., & Dani, D. (2019). Sosialisasi Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Psikososial Yang Akan Terjadi Pada Masa Remaja Di Smp Paba Binjai, 53–56.
MANUSIA, M. H. D. H. A., & INDONESIA, R. (2014). UU No 18 Tahun 2014.
Marbun, R., Sugiyanto, S., & Dea, V. (2021). Edukasi Kesehatan Pada Remaja Dalam Pentingnya Gizi Seimbang Dan Aktivitas Fisik Di Era Pandemi Covid-19. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 508. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.4494
Mia, N. A. zam zam, & Novianti, E. (2021). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja yang Mengalami Bullying The Effect of Family Support on Anxiety Levels in Teenagers Experience Bullying. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 13, 16–21.
Nurhasanah, & Ningsih, A. D. (2023). Perkembangan Remaja Berdasarkan Gender. Journal of Counseling and Education, 4(2), 35–41.
Poetry, T., Tjalla, A., & Rahmat Hidayat, D. (2024). Gambaran Kecemasan Sosial Remaja Akhir. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 34–40. https://doi.org/10.31316/gcouns.v9i1.6270
Rahmawati L. (2015). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi remaja di lembaga pemasyarakatan, 2(2).
Ramadhani, A. H., & Hendrati, L. Y. (2019). Hubungan Jenis Kelamin Dengan Tingkat Stress Pada Remaja Siswa SMA di Kota Kediri Tahun 2017. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Edisi Khusus, 4(2), 177–181.
Sherlina, A. P. (2024). Tingkat Kecemasan Pada Remaja Dalam Menghadapi Masa Depan. Karimah Tauhid, 3(1), 989–997. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i6.8864
Sulung, N., & Sakti, G. (2021). Komunikasi Keluarga Dan Pola Asuh Dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5 – 18 Tahun. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 8(1), 1–11. https://doi.org/10.33653/jkp.v8i1.614
Supini, P., Gandakusumah, A. R. P., Asyifa, N., Auliya, Z. N., & Ismail, D. R. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental pada Remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 166–172. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1760
Umadiyan, S., & Kalifia, A. D. (2024). Perbedaan Respon Emosional Antara Remaja Perempuan Dan Laki- Laki Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Depresi. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 293–296.
Wijayanti et al. (2022). Hubungan Perilaku Sedentary, Dukungan Orang Tua, Perundungan Dan Gejala Depresi Pada Remaja Di Jawa: Analisis Data Sekunder Gshs 2015 (pp. 1–14).
Wilujeng, C. S., Habibie, I. Y., & Ventyaningsih, A. D. I. (2023). Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Kategori Stres pada Remaja di SMP Brawijaya Smart School. Smart Society Empowerment Journal, 3(1), 6. https://doi.org/10.20961/ssej.v3i1.69257
Yustika, K., Triyanto, E., & Heni Kusumawardani, L. (2023). Hubungan Antara Dukungan Emosional Keluarga Dengan Perilaku Remaja Pengguna Media Sosial Facebook. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 18(1), 1–8. Retrieved from https://journal.stikeshangtuah-sby.ac.id/index.php/JIKSHT/article/view/191
Zulkarnain, Z. (2019). Kesehatan Mental dan Kebahagiaan. Mawa’Izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(1), 18–38. https://doi.org/10.32923/maw.v10i1.715



