Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan
Abstract
Meningkatnya kasus Covid19 di Indonesia memiliki dampak kesehatan yang cukup besar bagi masyarakat. Pertumbuhan virus Covid-19 menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik dengan lingkungan, dan diantaranya dapat menyebabkan atau menimbulkan berbagai penyakit. Mikroorganisme ini perlu dimusnahkan atau dicegah penyebarannya, salah satu cara yang paling mudah dan tepat adalah dengan 3 M yaitu peningkatan pengetahuan terkait Covid-19, dan prokes memalui mencuci tangan, memakai masker dan melepas masker. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang cara pencegahan Covid-19. Peserta kegiatan adalah siswa kelas 4,5 dan 6 di SDN 003 Sanga-sanga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah, diskusi, prkatek dan demostrasi. Hasil kegiatan yang dicapai melalui kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan tentang cara pencegahan Covid-19 sehingga meningkatkan kepedulian siswa untuk bersinergi dalam upaya memutus rantai Covid-19 di setting sekolah. Kegiatan pendidikan kesehatan ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan di Indonesia dalam pencegahan Covid-19 di sekolah.
References
Adelina, dkk. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu mengenai Terjadinya Kejadian Stunting.
Agus,E,N,Y . (2019). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Wonorejo Kabupaten Karanganyar. Placentum Jurnal Ilmiah Kesehatan dan APlikasinya, Vol7 (1) , 8-13.
Akombi, Blessing Jaka. Agho Kingsley E, Hall John J, Merom Dafna, Astel-Burt Thomas, and Renzaho Andre M.N. (2017).Stunting and serve stunting among children under-5 years in Nigeria : A multilevel analysis. Nigeria: BMC Pediatrics.
Atika,R., Fahrini, Y., Andini, O.P and Fauzie, R. 2015. ‘Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun’. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 10 (2). 67-73.
Dewey, K.G dan Begum, K. (2015). Long-Term Concurrent Stunting On Cognition. Blackwell Publishing Ltd Maternal And Child Nutrition. 7 (1) : 397-409.
Kementerian Kesehatan RI. 2015. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI
Mardani, (2015). Peran gizi dalam siklis kehidupan cetakan ke-3 Jakarta: Prenadamedia.
RISKESDAS, R. K. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan . Laporan Nasional 2018.
Salman, (2017). Faktor Resiko Stunting Pada Balita (24-59 bulan ) di Sumatra. Jurnal Gizi dan Pangan. 8 (3) : 175-180.
UNICEF. 2016. A Fair Chance For Every Child. New York. USA www.unicef.org/publications.
UNICEF. 2009. Tracking Progress on Child and Maternal Nutrition a Survivaland Development Priority. New York. USA www.unicef.org/publications.
UNICEF. 2014. The State of the World‟s Children 2014 in Numbers. Everychild Counts: Revealing Disparities, Advancing Children‟s Rights. New York. USA www.unicef.org/publications.
Proverawati,A., & Ismawati,C. (2016). BBLR (berat badan lahir rendah). Yogyakarta : Nuha Medika.
World Health Organization. 2012. World Health Statistics 2012. Switzerland:Department of Nutrition for Health and Development. www.who.int.
Word Health Organization. 2013. Childhoold Stunting: Challenges and Opportunities. Switzerland: Department of Nutrition for Health and Development. www.who.int.



