Hubungan Waktu Tanggap (Respon Time) dengan Kepuasan Pelayanan Kegawatdaruratan pada Pasien Asma di Unit Gawat Darurat

  • Angga Kurniawan Marta Putra Universitas Nurul Jadid
  • Baitus Sholehah Universitas Nurul Jadid
  • Yudho Tri Handoko Universitas Nurul Jadid
  • Handono Fatkhur Rahman Universitas Nurul Jadid
Keywords: kepuasan, penyakit asma, waktu tanggap

Abstract

Penyakit Asma merupakan salah satu penyakit yang paling umum pada sistem pernapasan manusia. Penyakit ini menyerang orang yang memiliki tanda-tanda penyempitan saluran udara (bronkus) di dalam tubuh, yang berfungsi membawa oksigen ke paru-paru dan rongga dada serta penyakit radang kronis pada jalan nafas. Dasar dari penyakit ini adalah hiperfungsi bronkus dan obstruksi jalan napas. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan waktu tanggap (respon time) dengan kepuasan pelayanan ke gawat daruratan pada pasien asma di Unit Gawat Darurat Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yang diteliti melalui pendekatan cross sectional.Populasi dalam riset ini adalah pasien asma dan keluarga pasien asma pada bulan oktober-november sebanyak 60 orang dengan tehnik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk respon time perawat dan kuesioner skala likert untuk pasien asma dan keluarga. Hasil uji analisis korelasi Spearman rho diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara Waktu Tanggap(response time) dengan kepuasan pelayanan kegawatdaruratan pada penderita asma di UGD Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo yaitu P value sebesar 0,000 dan Nilai coefficient correlation r = ,828 artinya response time berpengaruh pada kepuasan pelayanan kegawatdaruratan kuat.

References

Andi Khaidir, Usman, Henni Kumaladewi Hengky, 2019, Hubungan Antara Karakteristik Penderita Dengan Derajat Asma Bronkial Di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare:Manusia dan Kesehatan:vol.2, no.2, mei, 206.

Yulia Kartina, Susanthy Djajalaksana, Iin Noor Chozin, Harun Al Rasyid, 2020, Perbedaan Ekspresi miRNA-126 dan Interleukin (IL)-13 Pada Pasien Asma Terkontrol Penuh dan Tidak Terkontrol Penuh : Respirologi Indonesia,vol 40, no:1, 25

Kemenkes RI, 2013, Riskesdas, Jakarta. https://pusdatin.kemenkes.go.id (tanggal akses: 16 Juli 2021).

Dinkes Probolinggo, 2018. Profil Kesehatan Tahun 2018 Kabupaten Probolinggo, https://dinkes.probolinggokab.go.id (tanggal akses: 16 Juli 2021)

Nazwar Hamdani Rahil, 2010, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Lama Waktu Tanggap Perawat Pada Penanganan Asma Di Instalasi Gawat Darurat Rsud Panembahan Senopati Bantul. Vol 6. No2.hlm 126

Widodo, E. 2015, Hubungan Response Time Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Dengan Kepuasan Pelanggan Di IGD Rs. Panti Waluyo Surakarta. Stikes Kusuma Husada Surakarta, Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan, Surakarta:27.

Kepmenkes. (2011). Standar Pelayanan Minimal Keperawatan Gawat Darurat . Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Tiurmaida, dkk, Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas: Jurnal Kesehatan Mesencephalon, Vol.5 No.2, Oktober 2019, hlm 127-132

Somantri, 2007, Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Sistem Pernafasan: Salemba Medika

Brunner, Suddarth, 2015, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 12, vol:12

Alsagaf, 2012, Dasar-dasar Penyakit Paru, Cetakan Kesepuluh. Surabaya. Airlangga

Smeltzer, Bare, 2013, Buku Ajar Medikal Bedah, Edisi 8: Jakarta, ECG

Gina, 2015, Global Strategy for asthma management and prevention,http://ginasthma.org/wpcontent/upload/2016/01/GINA-Report-2015-aug11-1.pdf.(11 agustus 2015)

Francis, Caia, 2008, perawatan Respirasi, Jakarta: Erlangga

IDAI, 2017, Pedoman Nasional Asma Anak. https:// www.idai.or.id. (tanggal akses 16 Agustus 2021)

Djojodibroto RD,2009, Respirologi (respiratory medicine). Jakarta : EG;105-113.

Jusuf M, Winaraini, Hariadi S, 2010, Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru. Departemen Ilmu Penyakit Paru FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo. Surabaya: 59-77.

Kepmenkes. (2008). Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Hansoti, B., Jenson, A., Keefe, D., Ramirez, S. D., Anest, T., Twomey, M., et al. (2017). Reliability and Validity Of Pediatric Triage Tools Evaluated in Low Resource Settings: A Systematic Review. BMC Pediatrics, 17(37), 2-9. Diakses tanggal 05 Agustus 2021Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Naser, R. W., Mulyadi, & Malara, R. T. (2015). Hubungan Faktor-Faktor Eksternal dengan Response Time Perawat dalam Penanganan Pasien Gawat Darurat di IGD RSUP Prof. Dr. R. Kondou Manado. ejournal Keperawatan, 3(1), 1-8. Diakses tanggal 20 September 2021.

Mahyawati, (2015). Hubungan Kegawatdaruratan Pasien Dengan Waktu Tanggap Perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta, Program Studi Ilmu Keperawatan, Yogyakarta. Diakses tanggal 05 Agustus 2021

Kepmenkes. (2009). Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD)Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nursalam. (2016). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional.(5 ed) Jakarta: Salemba Medika

Sabarguna, B. S., & Rubaya, A. K. (2011). Sanitasi Lingkungan dan Bangunan Pendukung Kepuasan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Salemba Medika

Pohan Imbalo S.MPH, (2007) Buku Jaminan mutu layanan kesehatan Jakarta : EGC

Muninjaya , G. 2012 .Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: EGC

Triwibowo, C. (2013). Manajemen Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit. Jakarta: Trans Info Media.

Damayanti, D. (2008). Tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan keperawatan dalam hal kemampuan, ketanggapan, dan hubungan interpersonal perawat di ruang rawat inap kelas 1 dan 2 dr. Sardjito Yogyakarta. Skripsi S1 Keperawatan. Tidak dipublikasikan

Hafid, Muh. Anwar. (2014). Hubungan Kinerja Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Yankestis Dalampelayanan Keperawatan Di Rsud Syech Yusuf Kab. Gowa. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Sinurat, S. (2019). Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien bpjs Di instalasi Gawat Darurat : Jurnal Penelitian Keperawatan, Vol. 5,No.1 Januari 2019 hlm 1-9

Khoiroh, U. (2015). Hubungan Respon Time dengan Kepuasan Pasien: Journal of ners community, vol.6 No.2, November 2015,hlm 182-188

Published
2022-05-01
How to Cite
Putra, A., Sholehah, B., Handoko, Y., & Rahman, H. (2022). Hubungan Waktu Tanggap (Respon Time) dengan Kepuasan Pelayanan Kegawatdaruratan pada Pasien Asma di Unit Gawat Darurat. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 713-720. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i2.956