Pengaruh Relaksasi Otot terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari pengaruh relaksasi otot terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian menggunakan one group pre-test dan post-test design serta memakai metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi sebanyak 61 dan sampel 25 orang. Teknik pengumpulan data ialah lembar observasi. Hasil penelitian ini mejelaskan terdapat pengaruh relaksasi otot dengan p-value sebesar0,000. Berdasarkan hasil pada penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2dengan p-value lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) dapat dinyatakan Ho ditolak.
References
Chaidir, R., Wahyuni, A. S., & Furkhani, D. W. (2017). Hubungan self care dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Jurnal Endurance, 2(2), 132. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1357
Christina, E., Samosir, M., Manalu, B. M., Anggeria, E., & Keperawatan, F. (2021). Pengaruh manajemen stres dengan tehnik relaksasi nafas Dalam terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitusdi wilayah kerja PUSKESMAS SUNGAI IYU ACEH TAMIANG TAHUN 2018. 1, 2357–2362.
Dewi, R., Anugrah, I. H., & Permana, I. (2020). Hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 relationship of the koping mechanism with the quality of life in type 2 diabetes mellitus patients. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 1(Vol 9 No 1 (2021): Januari-Juni 2021), 1–8. https://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/276
Ekarini, P. L. N., Heryati, & Maryam, S. R. (2019). Pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap respon fisiologis pasien hipertensi. Jurnal Kesehatan, 10, 47–52. https://doi.org/10.26630/jk.v10i1.1139
Faridah, N. V., Lestari, P. T., & Rizkyawan, D. D. (2020). Literature review: Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis: Literature review: The effect of progressive muscle relaxation on sleep quality in chronic kidney disease patients. Bali Medikal Jurnal, 7(2), 38–49. https://doi.org/10.36376/bmj.v7i2.150
Harista, R. A., & Lisiswanti, R. (2017). Depresi pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Majority, 4, 73–77. http://jukeunila.com/wp-content/uploads/2016/02/13.pdf
Juniarti, I., Nurbaiti, M., & Surahmat, R. (2021). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD IBNU SUTOWO. 115–121.
Karokaro, T. M., & Riduan, M. (2019). pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM. Junal Keperawatan Dan Fisioterapi, 1, 48–53.
Kemenkes. (2020). Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus 2020. In Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (pp. 1–10).
Muhammad, I. (2017). Pemanfaatan SPSS dalam penelitian bidang kesehatan & umum (7th ed.). CITAPUSTAKA MEDIA PERINTIS.
Muhith, A., Herlambang, T., Fatmawati, A., Hety, S. D., & Merta, S. W. I. (2020). Pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kekuatan otot dan kualitas tidur lanjut usia. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(2), 306–314.
Rahmasari. (2019). Efektivitas momordica carantia (pare) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 9, 57–64.
Simanjuntak, V. G., & Simamora, M. (2017). Pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah dan ankle brachial index pada pasien diabetes melitus tipe2. VIII(1).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian. Alpabeta.
Widiastuti, L. (2020). Acupressure dan senam kaki terhadap tingkat peripheral arterial disease pada klien DM tipe 2. Jurnal Keperawatan Silampari, 3, 694–706. https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1200.



