Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Keluarga Pasien di IGD
Abstract
IGD adalah salah satu unit pelayanan di Rumah Sakit yang menyediakan penanganan awal (bagi pasien yang datang langsung ke rumah sakit)/lanjutan (bagi pasien rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan lain), menderita sakit ataupun cedera yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Kecemasan merupakan salah satu masalah utama yang sering terjadi atau dihadapi oleh keluarga pasien di IGD. Prevalensi kunjungan pasien ke IGD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang pada tahun 2019 berjumlah sebanyak 6.789 pasien (6,1%), pada tahun 2020 berjumlah sebanyak 10.214 pasien (6,05%) dan pada tahun 2021 berjumlah sebanyak 11.486 pasien (6,3%). Tujuan penelitian ini Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Keluarga Pasien Di IGD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di IGD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 98. Penelitian ini menyimpulkan bahwa yang berhubungan terhadap kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang Tahun 2023 adalah triase (p=0,022), length of stay (p=0,002), response time (p=0,015) dan faktor paling dominan berhubungan dengan kecemasan keluarga pasien di IGD adalah length of stay (p=0,002 dan POR=4,190).
References
Aditama. (2018). Pedoman Teknis Penemuan Dan Tatalaksana Hipertensi. Jakarta: Bakti Husada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Anggraeni,D.M & Saryono. (2017). Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika
Anwar, Kurniadi. (2013). Managemen Keperawatan dan Prospektifnya Teori, Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
Aru. W Sudoyo, Siti, S. and Alwi, I. (2016). Ilmu Penyakit Dalam. 6, Vol 2 edn. Interna Publishing.
Bianti Nuraini. (2015). Risk factors of hypertension. J majority. Artikel Review: Faculty Of Medicine, University Of Lampung
Elizabeth J. Corwin.(2019). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Aditya Media
Giriwijoyo, Santoso Y. S. (2018). Manusia dan Olahraga. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung
Juzar D, Irmalita. (2020). Sindrom Koroner Akut. In: Rahajoe AU, Santoso KK, editors. Penyakit Kardiovaskuler. Jakarta: Badan Penerbit FKUI
Kementrian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Meta Febri Agrina, Afnani Toyibah, J. (2016). Tingkat kejadian Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Sain Veteriner, JSV
Modul paktek komputer keperawatan PSIK – FKK UMJ. (2010). Statistical program for social science.
Naga, S.Sholeh. (2018). Buku Panduan Lengkap Ilmu Penyakit Dalam. Jogjakarta: Diva Press.
Ningsih. (2018). Gambaran Faktor Risiko Penderita Sindrom Koroner Akut. Jurnal e-Clinic.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta.
Proverawati A, Wati EK. (2019). Ilmu Gizi untuk Keperawatan & Gizi Kesehatan Pada Penyakit Degeneratif. Yogyakarta:Nuha Medika
Suiraoka. (2019). Penyakit degeneratif. Mengenal, Mencegah Dan Mengurangi Faktor Resiko 9 Penyakit Degenaratif. Yogyakarta: Nuha Medika
Susan C. Smeltzer.(2018). Keperawatan Medikal Bedah (Handbook for Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical Surgical Nursing). Edisi 12, Jakarta; EGC;
Suparti .(2019). Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Instalasi CVBC Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Supriyono. (2018). Penyakit Jantung Pengertian, Penanganan dan Pengobatan. Penerbit Kata Hati. Yogyakarta.
Taufik, Rahim Ahmad, dkk, (2016). Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Instalasi CVBC Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
WHO (2019). Coronary Heart Disease. World Health Organization. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/CoronaryHeartDisease -Diakses Oktober 2022



