Management Self Care Stroke terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke
Abstract
Stroke adalah gangguan sistem syaraf, disebabkan oleh gangguan peredaran darah di otak yang disebabkan pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah. Pada penderita stroke akan mengakibatkan penurunan kualitas hidupnya. Kualitas hidup pasien pasca stroke mengalami gangguan, tetapi jika melakukan self care dengan baik akan meningkatkan kualitas hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui management self care stroke terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross- sectional untuk mengetahui sebab akibat hubungan antara variabel independet dan dependent. Variabel independet kepatuhan berobat, nutrisi, tingkat stres, dan dukungan keluarga,sedangkan variabel dependent kualitas hidup pasien pasca stroke. Jumlah sampel sebanyak 65 orang dengan teknik purposive sampling. Menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (a =0,05). Hasil penelitian ini diketahui hasil statistik pada management self care stroke terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke yang terdiri dari Kepatuhan berobat didapatkan nilai p value = 0,000, Nutrisi didapatkan nilai p value = 0,000, Tingkat stres didapatkan nilai p value = 0,000 dan Dukungan keluarga didapatkan nilai p value = 0,000 yang bearti ada hubungan terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke.
References
Ainal, M., & Junaidi Iskandar. (2019). Incidence And 10-Year Survival Of Intracerebral Hemorrhage In A Population-Based Registry,Stroke.
Arwani dkk. (2015). Kualitas Hidup Penderita Strok Fase Rehabititasi di Semarang. Http://Jurnal.Unimus.Ac.Id.
Afandi, A. T. & E. H. K. (2017). Efektivitas Self Efficacy Terhadap Kualitas Hidup Klien dengan Diagnosa Penyakit Kronik. 23–30. Retrieved from http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/80263
Azizah, R., & Hartanti, R. D. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stress dengan Kualitas Hidup pasien stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Pekalongan. Jurnal Universyty Reseach Coloquium, 261–278.
Amir, N (2017). Luaran (Outcome) Terapi pada Gangguan Depresi Mayor. CDK-190 Vol. 39 No.2:92- 96
Balitbangkes. (2018). Hasil Utama RIDKESDAS 2018. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Vol. 1).
Bakara, M. D., & Warsito, S. (2016). Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Rentang Sendi Pasien Pasca Stroke Exercise Range of Motion (ROM) Passive To Increase Joint Range of Post-Stroke Patients. Idea Nursing Journal, VII(2), 12–18.
Brillianti, P. A. (2016). Hubungan Self- Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Pascastroke di Wilayah Puskesmas Pisangan Ciputat.
Boger, Emma Joanne. (2015). Self- Management Following Stroke: Concept and Measurement. Disertasi Program Doktor Filosofi Universitas Southampton
Chalik, R., Ahmad, T., & Hidayati. (2021). Kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pada pasien stroke rawat jalan di rumah sakit x kota makassar. Media Farmasi, XVII(1), 85–89.
Cahyani, F. M. (2018). Hubungan Kepatuhan Rehabilitasi Terhadap Tercapainya Target Terapi Pasien Stroke di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Journal of Pharmaceutical Science and Medical Reseaarch (PHARMED), 1(2), 10–16.
Dinkes BaBel. (2020). Data Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Esti, Amira. (2020). Buku Ajar Keperawatan keluarga Askep Stroke. Padang:Pustaka Galeri Mandiri
Fryer, C. E.,Luker , J. A.,McDonnell, M. N.,Hiller, S. L.(2016). Self ManagementProgrammes for Quality of Life in People With Stroke (Review).Cochrane Corner Stroke, 47(12), e266-e267
Friedman, M.M.,&Bowden, V.R. (2015). Buku Ajar Keperawatan Keluarga :Riset, Teori, & Praktik. Jakarta :EGC
Handayani, F. (2018). Self Management Pada Pasien Stroke. In Prosiding Seminar Nasional keperawatan 2018. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/69068/1/19- 21.pdf
Hariandja, J. (2015). Identifikasi Kebutuhan Akan Sistem Rehabilitasi Berbasis Teknologi Terjangkau Untuk Penderita Stroke di Indonesia. 0–31.
Hafdia, A. N. A., Arman, Alwi, M. K., & Asrina, A. (2018). Analisis Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Di Rsud Kabupaten Polewali Mandar. Sinergitas Multidisiplin Ilmu Penggetahuan Dan Teknologi, 1(April), 111–118.
Helmading., dkk.(2017). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Quality Of life (QOL) Pada Kejadian Stroke. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7, (2), 147- 148.
Hawari. D. (2019). Management stres, cemas dan depresi terhadap pasien stroke Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ikawati, Zullies & Anurogo, Dito. (2018). Tata Laksana Terapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat. Yogyakarta : Bursa Ilmu.
Kumar, G., Majundar, A., & PAvitra,G. (2015). Quality of life (QOL) and its associated faktor using WHOQOL - BREEF among elderly in Urban Poducherry,India. Original Articel, 8 (1), 54-57.
Kristiyawati, S.P. (2019). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang.Jurnal Keperawatan dan Kebidanan 1(1):1-7.
Karim, U. N., & Lubis, E. (2017). Kualitas Hidup Pasien Stroke dalam Perawatan Palliative Homecare. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 5(1), 42. https://doi.org/10.21927/jnki.2017.5(1).42-50
Katan, M., & Luft, A. (2018). Global Burden of Stroke. Seminars in Neurology, 38(2), 208–
Ludiana, & Supardi. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarsari Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 5, (1), 509
Marviana, E. (2020). Hubungan Self- Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Di RSUD Encik Mariyam Tahun 2020. Enhancement: Journal of Health Science Awal Bros Batam, 2(1). https://doi.org
Maria, Insana. (2021). Asuhan keperawatan Diabete Mellitus dan Asuhan KeperawatanStroke.Yogyakarta: Deepublish.211.https://doi.org/10.1055/s-0038-1649503
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan Praktis. (P. P. lestari,Ed.) (4th ed.).JAkarta:Salemba Medika.
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan Praktis. (P. P. lestari,Ed.) (4th ed.).JAkarta:Salemba Medika.
Naziya, Suharyanto., Toto, Pratiwi., IA. (2019). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemampuan Perawatan Diri (Self care) Pasien Dengan Stroke Non Hemoragik Di Ruang Rawat Inap RS Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2018.Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan Nasional. Vol,1. No,1.
Purwanti, O. S. (2016). Rehabilitasi Klien Pasca Stroke Okti Sri Purwanti Arina Maliya Abstract Keywords : post stroke client , earlier mobilization . Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke ( Okti Sri Purwanti dan Arina Maliya ). Berita Ilmu Keperawatan, 1 no 1, 46.
Pletcher. (2015). Stroke In Indonesia: A First Large Prospective Hospital-Based Study Of Acute Stroke In 28 Hospitals In Indonesia
Rahmawati, D. (2019). Gambaran Self- Management Pada Pasien Stroke Yang Menjalani Rawat Jalan. Jurnal Keperawatan Aisyiyah, 6(1). https://journal.unisa- bandung.ac.id/index.php/jka/article/view /117 Ratna.
Rahmi, U. (2017). Pengaruh Discharge Planning Terstruktur Terhadap Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik di RSUD Al-Ihsan
Sulistiyowati, M. A. (2020). Hubungan Lama Menderita Stroke Dengan Kepatuhan Menjalani Fisioterapi pada Pasien Stroke. Jurnal Smart Keperawatan, 7(2), 104. https://doi.org/10.34310/jskp.v7i2.353
Steven K Galson. (2019). Self-Management Programs: One Way to Promote Healthy Aging. Public Health Rep, 124(4), 478– 480.
Taher, Rusli. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menjalani Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke di Poliklinik Neurologi RSUD Labuang Baji Makassar. JIKKHC, 02(02), 128–137.
World Health Organsation. (2019) Global Report Non Noncommunicable Diseases. Geneva: WHO Press
WHO Health Information, I. W. (2019). No Title. Retrieved from https://www.who.int/healthinfo/survey/whoqol-qualityoflife/en/index4.html#
Zhu, W., & Jiang, Y. (2018). Determinants of Quality of Life in Patients With Hemorrhagic Stroke. MD Journal, 98(Supplement), S221.



